63. Seni Menanam Jiwa
Yao Jiaping belum dikuliti, karena Yin Hanjiang menginginkan kulit yang utuh, namun leher Yao Jiaping telah ditusuk oleh Yin Hanjiang. Demi melaksanakan tugas yang diberikan oleh pemimpin sekte baru, Ketua Altar Api Neraka, Shi Congxin, dengan sangat hati-hati menggunakan ramuan spiritual untuk mengobati luka Yao Jiaping, lalu merendamnya ke dalam ramuan obat. Proses perendaman ini harus berlangsung selama dua puluh empat jam penuh sebelum dilakukan ritual pengambilan bentuk luar; jika tidak, hasil peniruan bentuk akan mudah menimbulkan kecurigaan.
Shi Congxin selama ini selalu bersikap rendah hati di Sekte Xuanyuan dan belum pernah dipercaya memikul tanggung jawab sebesar ini. Hari ini, Penjaga Shu dan Ketua Altar Zhongli keduanya telah dimarahi oleh Pemimpin Yin, sedangkan ia justru mendapat tugas penting. Dalam hati, ia merasa sedikit senang.
Sejak menggantikan posisi Qiu Congxue sebagai Ketua Altar Api Neraka, Shi Congxin selalu hidup dalam ketakutan. Yuan, yang telah mengangkatnya, ternyata bersekongkol dengan kaum ortodoks dan akhirnya tewas di tangan Pemimpin Yin. Penjaga Qiu membawa pulang seorang pemuja hantu berjuluk Su Huai, dan dikatakan kelak saat kekuatan Su Huai cukup tinggi, ia akan menyingkirkan Shi Congxin dan mengambil alih Altar Api Neraka.
Pemimpin Zhongli yang baru saja diangkat oleh Pemimpin Yin bahkan memperlakukan Su Huai layaknya murid inti. Dalam hati, Shi Congxin hanya bisa menangis, merasa bahwa cepat atau lambat ia pasti akan disingkirkan, dan ternyata duduk di jabatan tinggi sungguh tidak senyaman yang dikira.
Untungnya, tiap zaman punya pemimpinnya sendiri. Setelah Pemimpin Yin naik tahta, ia perlahan mulai mengandalkan Shi Congxin. Maka ia harus berusaha sekuat tenaga menuntaskan tugas yang diberikan oleh Pemimpin Yin, batuk-batuk!
Siapa sangka, baru tiga jam berlalu sejak ia memulai perendaman Yao Jiaping, tiba-tiba ia menerima pesan dari Pemimpin Wenren.
Pemimpin telah kembali? Lalu ia harus patuh pada siapa setelah ini?
Shi Congxin tak berani menyinggung siapa pun, tak punya pilihan selain menenteng Yao Jiaping yang setengah mati dan membawanya ke hadapan Wenren E.
Ternyata Wenren E berada di kamar Ketua Altar Zhongli setelah kembali. Apakah mereka tengah merencanakan cara merebut kembali Sekte Xuanyuan dari tangan Pemimpin Yin? Inilah saatnya menentukan sikap, pikir Shi Congxin. Ia berniat diam-diam mengirim kabar pada Pemimpin Yin agar pemimpinnya bisa bersiap diri. Kelak... Qiu Congxue, Shu Yanyan, Zhongli Qian, Su Huai... batuk-batuk!
Saat tengah sibuk dengan pikirannya sendiri, Shi Congxin masuk ke dalam ruangan dan mendapati Pemimpin Yin yang ingin ia bela kini terluka parah, terbaring lemah dalam pelukan Wenren E. Seketika ia batuk semakin keras.
"Tutup mulut." Suara Dewa Iblis yang mengenakan pakaian biru itu kini bahkan lebih berwibawa dari sebelumnya. Ia sama sekali tak memedulikan Shi Congxin; segenap perhatiannya tertuju pada wajah Yin Hanjiang, jemarinya mengusap sudut bibir pemimpinnya.
Zhongli Qian yang penuh perhitungan menarik Shi Congxin ke samping dan berbisik, "Jangan ganggu Pemimpin dulu. Yao Jiaping masih hidup, kan?"
Pasti ia tak ingin aku menunjukkan kelebihanku di depan Dewa Iblis! Pikir Shi Congxin. Namun di permukaan, ia tetap bersikap lemah dan berbisik, "Terima kasih Ketua Altar Zhongli atas peringatannya, masih hidup, batuk-batuk."
Wajah Zhongli Qian menghadap Shi Congxin. Meski matanya tertutup kain, Shi Congxin tetap merasa semua pikirannya terbaca. Pasti ini hanya ilusi, hanya karena cahaya bulan menyorot dari jendela ke wajah Zhongli Qian, makanya ia merasa seperti itu!
Shi Congxin lalu bertanya lirih, "Ketua Altar Zhongli menatapku seperti ini, ada apa? Batuk-batuk."
"Tidak apa-apa, hanya tak menyangka kau bahkan batuk-batuk saat bicara lewat suara hati," jawab Zhongli Qian dengan tenang.
Shi Congxin: "..."
Itu hanya kebiasaan saja. Ia telah merasakan tujuh derita dunia manusia, maka sudah sepatutnya selalu tampak menderita. Sekalipun energi sakitnya telah diserap oleh Bai Li Qingmiao, ia tetap harus berpura-pura sakit! Batuk-batuk!
Shi Congxin tak berani menatap Zhongli Qian, takut si perencana itu mencium gelagatnya. Kini ia berkonsentrasi menatap Pemimpin, dan melihat Wenren E menunduk mendekat ke wajah Yin Hanjiang. Jarak mereka kian dekat, hingga Shi Congxin yang menonton pun jadi salah tingkah, mukanya memerah. Ia membelalakkan mata, ingin tahu apa sebenarnya yang hendak dilakukan Pemimpin, namun rambut panjang Wenren E jatuh menutupi wajah mereka berdua.
Beberapa saat kemudian, Wenren E mengangkat kepala, suaranya penuh penderitaan dan tertekan, "Aku terlalu tergesa-gesa."
Shi Congxin meringkuk di sudut ruangan, takut sampai menggigit empat jarinya agar tak mengeluarkan suara.
Tadi, dari celah rambut, ia sempat melihat sedikit. Apa yang dilakukan Pemimpin barusan? Menyerap kekuatan Yin Hanjiang? Zhongli Qian di sampingnya seperti orang buta, tak bereaksi sama sekali. Oh, memang ia tidak bisa melihat.
Wenren E bahkan tak melirik Shi Congxin. Ia mengulurkan tangan ke arah Yao Jiaping, dan tubuh Yao Jiaping melayang ke arahnya. Lima jemari Wenren E menempel di ubun-ubun Yao Jiaping, lalu ia menarik keluar roh utama Yao Jiaping dengan mudah.
"Itu apa..." Zhongli Qian tak tahan untuk bertanya.
"Itu ilmu yang kupelajari di Samudra Darah Neraka, dapat menarik keluar ingatan dan kemampuan seseorang secara utuh untuk dimiliki sendiri. Hanya ilmu sesat, tak perlu dianggap penting," jawab Wenren E dengan tenang.
Di Samudra Darah Neraka tersegel seratus delapan puluh ribu dewa iblis, dan lebih dari setahun terakhir ini, Wenren E hidup tidak mudah. Ia menghancurkan pola darah di tubuhnya sendiri menggunakan kekuatan darah iblis, sama saja dengan memusnahkan fondasi kultivasinya, lalu dihujani ribuan panah oleh sembilan pendekar ulung hingga jatuh ke samudra darah dan kehilangan seluruh kekuatan.
Yang menjadi taruhannya adalah batu dalam kitab yang melindungi Bai Li Qingmiao serta membangkitkan hakikat dewa. Selama bisa mendapatkan darah dewa, Wenren E dapat berlatih di samudra darah dan menyerap energi kekacauan.
Benar saja, setelah memperoleh darah dewa, jiwa Wenren E untuk sementara dilindungi, tapi pada saat bersamaan, hakikat dewa di dasar samudra ikut bereaksi dan terus-menerus menyeretnya ke dasar.
Selama setahun lebih, Wenren E mempelajari cara memperbaiki hakikat dewa dari darah dewa, menyerap energi kekacauan sambil melawan hakikat dewa.
Di dasar samudra, tak terhitung dewa iblis yang berkeliaran, semuanya ingin membunuh Wenren E dan menggantikannya naik ke dunia kultivasi. Semakin lama bertarung, Wenren E semakin kuat, menewaskan banyak iblis dan mempelajari ilmu mereka.
Ia sudah lama ingin kembali ke dunia kultivasi, tetapi hakikat dewa mengikat darah dewa dan tak membiarkannya pergi.
Sampai beberapa waktu lalu, kekuatan hakikat dewa mendadak melemah, memberi kesempatan pada Wenren E mengumpulkan kekuatan dan menerobos keluar dari Samudra Darah Neraka.
Kemudian ia mengetahui dari kitab, bahwa Bai Li Qingmiao mengalami luka parah pada jiwa di Samudra Darah Neraka, berada sangat dekat dengan hakikat dewa, hingga dikendalikan dan ingin mati saja. Sampai akhirnya, niat membunuh dari Yin Hanjiang membangkitkan tekad Bai Li Qingmiao, membuat ikatan hakikat dewa pada darah dewa melemah.
Yin Hanjiang benar-benar telah melakukan yang terbaik. Ia tidak membakar Bai Li Qingmiao dengan minyak iblis hanya karena dendam, dan secara tidak sengaja membangkitkan kesadarannya, memberi Wenren E kesempatan melarikan diri dari Samudra Darah Neraka.
Yao Jiaping sangat percaya diri, menganggap tak ada yang bisa menandingi keahliannya dalam pengobatan, tak tahu kalau Wenren E sama sekali tak peduli apakah ia bersedia mengobati Yin Hanjiang atau tidak. Ia hanya butuh Yao Jiaping yang tahu caranya.
Wenren E juga tahu bahwa iblis hati Yin Hanjiang masih bisa disembuhkan, itulah sebabnya ia berani berkata, boleh diobati dulu sebelum mengubah bentuk. Namun setelah mengetahui alasan Yin Hanjiang, ia pun jadi sulit mengendalikan diri.
Ia memang terlalu sombong.
Wenren E dengan tenang menyerap ingatan Yao Jiaping, melewati masa lalunya bersama Xiao Yi, dan setiap kali ia bertemu perempuan yang mirip Xiao Yi, ia akan tersiksa dan hanya bisa mengenang sang pujaan lewat tubuh yang lembut. Bagi Wenren E, cara seperti itu hanyalah penghinaan terhadap perasaan sejati.
Tak ada yang bisa menggantikan Yin Hanjiang, dan usaha menggantikan itu sendiri adalah penghinaan.
Tak butuh waktu lama, ia menemukan cara menyembuhkan Yin Hanjiang.
Masalah Yin Hanjiang bukan pada tubuh, melainkan pada hati. Latihannya tidak bermasalah, hanya saja kondisi mentalnya tak mampu menopang kekuatannya.
Kekuatan besar memerlukan hati yang kuat pula. Bila hati tak mampu menahan tingkat kultivasi, seseorang akan tersesat dan kehilangan kendali. Biasanya, ada dua jenis kehilangan kendali: pertama, menjadi haus darah demi menenangkan energi dalam tubuh; kedua, mampu menahan energi itu dalam tubuh meski tersiksa, tanpa melukai orang lain.
Yin Hanjiang jelas termasuk kelompok kedua—menahan diri sudah jadi kebiasaannya.
Luka seperti ini perlu ditangani dari dua sisi. Di satu sisi, mengalirkan energi dalam tubuhnya; di sisi lain, dengan teknik masuk ke dalam jiwa, mencari akar masalah dan menghancurkan iblis hati.
Mengalirkan energi memang mudah, karena energi kekacauan milik Wenren E dapat diubah menjadi segala bentuk kekuatan. Inilah energi paling dasar, dan energi yang kacau sekalipun pasti tunduk di hadapan energi kekacauan.
Wenren E mengembalikan roh utama Yao Jiaping ke tubuhnya, lalu menyerahkannya kembali pada Shi Congxin agar segera melakukan ritual peniruan bentuk selagi Yao Jiaping masih bernapas.
Ia melirik Zhongli Qian, dan Zhongli Qian pun segera pergi keluar, membangun formasi pelindung untuk Wenren E, membiarkan ruangan itu milik mereka berdua.
Wenren E dengan hati-hati membaringkan Yin Hanjiang, membungkuk dan menempelkan dahinya ke dahi Yin Hanjiang.
Saat itu, ia tidak lagi memiliki tubuh jasmani; tubuhnya adalah jiwanya, dan jiwanya adalah tubuhnya. Cahaya berkilat, dan Wenren E lenyap, hanya menyisakan pakaian biru sebagai selimut di tubuh Yin Hanjiang.
Berdasarkan pengalaman Yao Jiaping, Wenren E tahu mustahil bisa menyembuhkan luka hati hanya dengan sekali masuk jiwa. Ia harus melakukan ini berkali-kali. Untuk saat ini, Wenren E harus mencari titik yang membuat Yin Hanjiang gila dalam ingatannya, agar ia bisa kembali normal sementara. Lalu, sedikit demi sedikit ia akan menanamkan dalam ingatan Yin Hanjiang bahwa "Wenren E belum mati, Wenren E menyukai Yin Hanjiang." Setelah Yin Hanjiang perlahan menerimanya, barulah Wenren E muncul dan mengatakannya langsung.
Ia menelusuri ingatan Yin Hanjiang, sampai ke beberapa jam sebelumnya, "melihat" Yin Hanjiang berhadapan dengannya.
Kali ini, lewat ingatan Yin Hanjiang, Wenren E akhirnya "melihat" berapa banyak ilusi yang mengelilingi Yin Hanjiang saat itu.
Masing-masing berwajah berbeda—ada yang penuh cinta, dingin, tenang, dan berwibawa—semuanya "Wenren E" yang mengitari Yin Hanjiang, tiap-tiapnya mirip, tapi ada yang kurang.
Melihat itu, Wenren E hanya bisa tersenyum pahit, menertawakan obsesi Yin Hanjiang dan kesombongan dirinya sendiri.
Di mata Yin Hanjiang, setidaknya ada belasan Wenren E. Dalam keadaan seperti itu, bagaimana ia bisa membedakan mana yang nyata dan mana yang palsu? Terlalu sulit.
Ia menyaksikan dirinya dalam ingatan itu mengungkapkan perasaan, lalu Yin Hanjiang kehilangan kendali. Padahal ia bisa saja mengubah dialog sebelum kata-kata itu terucap, namun Wenren E tak mau melakukannya.
Ia tak mau sembarangan mengubah ingatan Yin Hanjiang, apalagi menghapus kata-kata yang pernah ia ucapkan. Segala yang telah terjadi, biarlah terjadi.
Hingga sebelum Yin Hanjiang memuntahkan darah, Wenren E baru bertindak, memeluknya dan sebelum ia pingsan, menenangkan jiwa Yin Hanjiang dengan energi kekacauan, lalu berkata lembut, "Yin Hanjiang, kau membuka halaman yang salah. Setelah kau bangun, bukalah bab 'Cinta dan Duka', lihatlah, aku telah mengubah isinya."
Bai Li Qingmiao entah untuk keberapa kalinya terbangun dari pingsan. Sepanjang siang ia demam tinggi karena ketakutan pada Yin Hanjiang, dan terus-menerus bermimpi buruk. Kini ia merasa sedikit lebih baik, setengah sadar bangun dan ingin meminum air, namun mendapati ada seseorang berdiri di ujung ranjangnya dalam gelap.
"Wen... Wenren Senior!" Bai Li Qingmiao berkeringat dingin ketakutan, tapi demamnya sedikit menurun.
"Aku datang hanya untuk mengatakan satu kalimat. Kau tak perlu memahaminya, cukup dengarkan saja," ujar Wenren E.
"Aku mendengarkan, Senior Wenren, apakah kau masih hidup atau sudah tiada?" tanya Bai Li Qingmiao.
"Aku masih hidup," jawab Wenren E. "Dan yang harus kaudengar adalah: Wenren E menyukai Yin Hanjiang."
Penulis ingin berkata: Bai Li Qingmiao: Tunggu, kenapa kau bilang begitu padaku?
Zhongli Qian menepuk bahunya: Kau tak perlu tahu alasannya. Tenang saja jadi alat cerita, seperti aku, cukup tersenyum.
Nutrisi cair sudah mencapai sembilan puluh ribu, akan ada bab tambahan. Terima kasih semuanya, sampai jumpa besok, muah!