Jilid Pertama Bab 47 Kekasih Online Ternyata Pria Bertangan Kasar
[Tertipu Xiaomei Sebanyak 2,5 Juta: Tuan Rumah, Coba Lihat Apakah Aku Memiliki Takdir Kaya dan Makmur!]
[Kecil yang Mengaku-aku: Hahaha, bisa dilihat dari nama panggilanmu.]
[Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Qu Xu: Daois Lingxiao? Aku baru saja masuk dan mengira dia adalah seorang kakek, tidak menyangka bahwa sang pembawa acara ternyata adalah seorang kakak perempuan yang cantik, aku sangat menyukainya.]
[Mengenangmu: Meskipun kamu suka, dia tetap bukan milikmu.]
[Ambil Kulit Kaki Susuku untuk Seduh Teh: Apa itu milikmu?]
[Laut Layu: Orang kaya pada akhirnya akan menjadi pasangan, orang miskin hanya bisa menonton dengan mata kepala sendiri.]
Jiang Ke mengedipkan matanya dengan senyuman tipis, "Terima kasih atas kecintaan semuanya, aku sudah menikah. Masih tersisa dua ramalan, mari kita lanjutkan!"
Mengenangmu mengirimkan lima kastil ajaib.
Kecoa Seksi Tengah Malam mengirimkan sebuah kotak musik.
Patah Hati di Dini Hari mengirimkan sekuntum mawar.
[Salmon: Tetap saja sang bos yang paling dermawan.]
[Adik Kecil Menyembahmu: Kak Mengenangmu, aku juga ingin kastil ajaib.]
[Lagu Belum Selesai: Kak Mengenangmu menyukai gadis yang harum dan lembut seperti pembawa acara, bukan anak laki-laki yang bau dan kotor sepertimu.]
[Adik Kecil Menyembahmu: Jangan menyerangku secara pribadi ya! Aku tidak akan bermain abstrak lagi.]
[Kesedihan Berulang Setiap Hari: Hahaha.]
Dia melihat nama panggilan yang muncul di layar, "Terima kasih atas hadiah dari semuanya, penonton acak berikutnya adalah——Lin Lin Xiao."
Lin Lin Xiao mengirimkan sebuah kastil ajaib.
Seketika video tersambung, sesosok pemuda muncul di layar. Ia memiliki rambut keriting yang berantakan, wajah yang tampan, garis wajah yang tegas, dan kelembutan yang terpancar dibalik ketegasannya.
"Halo! Halo, Kak Pembawa Acara!"
Jiang Ke mengerjap, manik matanya memancarkan pendar lembut yang jernih, "Halo, apa yang ingin kamu ramalkan?"
Wajah Lin Lin Xiao diselimuti oleh lapisan kesedihan tipis, matanya dipenuhi dengan sedikit rasa tidak berdaya dan keputusasaan, "Pembawa Acara, aku dan pacarku telah berpacaran hampir setengah tahun, tetapi aku merasa dia akhir-akhir ini menjauhiku, sepertinya dia ingin putus denganku, aku bahkan tidak tahu harus berbuat apa."
"Pembawa Acara, aku ingin tahu apakah aku dan dia masih memiliki kemungkinan untuk melanjutkan hubungan ini?" Dia mendesah tanpa suara.
Jiang Ke menatap pemuda itu dengan tatapan setengah tersenyum, "Semuanya hanya bayangan di cermin dan angan-angan belaka."
Lin Lin Xiao menggaruk kepalanya dengan bingung, "Pembawa Acara, apa maksud dari ini?"
"Pacar online-ku dan aku saling mengenal melalui kencan online. Dia adalah gadis paling lucu di dunia yang pernah kutemui, dia sangat pengertian dan selalu menempatkan dirinya di posisiku untuk memikirkanku."
"Merupakan sebuah keberuntungan bagiku bisa bertemu dengannya di tengah lautan manusia yang begitu luas..."
[Memegang Kuas Menulis Puisi: Kalian yang penuh perasaan semuanya pergi berkencan online, lalu bagaimana dengan kami yang miskin dan jelek ini?]
[Begadang Mengucapkan Sampai Jumpa: Sesuai dengan aturan balap kuda Tian Ji, pria tampan kelas atas seharusnya disandingkan dengan kita yang kelas bawah.]
[Romantisme Tanpa Nama: Aku juga mau berkencan online, kalau tidak dapat pacar akan langsung meledakkan bumi.]
[Ikan Enak: Kakak, hahaha,]
[Anjing Lapis: Berkencan online itu seperti membuka kotak misteri, sekalinya dibuka tidak ada suaranya sama sekali.]
[Pikir Dalam: Silakan ceritakan kisahmu dengan berani.]
Jiang Ke batuk pelan beberapa kali, lalu perlahan berkata, "Pacar online-mu adalah seorang laki-laki, dan dia juga seorang pria paruh baya yang jorok."
Otot wajah Lin Lin Xiao seketika menjadi kaku, seolah-olah disambar aliran listrik, tatapannya penuh dengan ketidakpercayaan dan keterkejutan.
"Ini tidak mungkin, pacar-ku jelas-jelas seorang perempuan!" Dia buru-buru membuka album foto ponselnya untuk menunjukkannya kepada semua orang.
Gadis dalam foto itu memiliki pipi yang merona merah, mata yang berair, serta rambut hitam yang lembut dan tergerai, tampak begitu imut dan menggemaskan.
[Tidak Ingin Menjadi Botak: Aku hanya ingin bilang, mungkinkah itu foto dari internet!]
[Salmon: Pria paruh baya yang jorok, maafkan aku karena tertawa tidak tahu malu.]
[Menyayangimu: Jika itu terjadi pada sahabatku, aku bisa menertawakannya seumur hidup.]
[Bakpao Susu Melankolis: Kencan online ada resikonya, jatuh cinta perlu berhati-hati.]
Jiang Ke menarik sudut bibirnya dengan senyuman yang tidak sampai ke mata, lalu berkata dengan suara samar, "Jika kamu tidak percaya, apakah kamu pernah menemuinya di dunia nyata? Bukankah kamu selalu ditolak dengan berbagai alasan saat mengajaknya ketemuan?"
Tatapan Lin Lin Xiao berbinar-binar dan tampak gelisah, "Tapi ini tidak membuktikan apa-apa!"
"Dan sekarang dia menjauhi serta mengabaikanmu, bukankah karena kamu pernah menyebutkan bahwa kamu telah menghabiskan tiga ratus ribu untuknya dan untuk sementara waktu tidak memiliki uang lagi untuk diberikan padanya?" Jiang Ke menambahkan.
Wajahnya sedikit terkejut, alisnya pun beraut kerut. Dia memang pernah mengatakannya dan tampaknya hubungan mereka mulai merenggang sejak saat itu, seketika dia tidak tahu bagaimana harus membantah.
Tiba-tiba Jiang Ke mengingatkan, "Kamu pasti punya alamatnya, kan!"
Tatapan Lin Lin Xiao bergeser, "Daripada terus bimbang dan ragu, lebih baik selidiki sampai tuntas." Sambil berbicara, ia memegang ponselnya dan memesan makanan melalui aplikasi pesan antar.
Lin Lin Xiao: Sayang, kamu sudah istirahat belum? Aku sudah membelikanmu teh susu.
Xiao Ke: Belum kok! Terima kasih, Sayang.
Lin Lin Xiao: Ya.
Sikapnya tampak agak cemas dan gelisah, sesekali mengerutkan kening, sesekali menggosok kedua tangannya, sampai sebuah nada dering pemberitahuan berbunyi.
Lin Lin Xiao membuka kotak dialog dengan kurir pengantar makanan. Ia sangat terkejut, seolah tersengat listrik dan membeku di tempat, tatapannya memancarkan sedikit rasa ngeri, sementara foto di layar dengan jelas menunjukkan seorang pria paruh baya berusia empat puluhan.
Seketika, ilusi manis yang tak terhitung jumlahnya di masa lalu hancur berkeping-keping, yang tersisa baginya hanyalah rasa mual dan jijik yang datang bertubi-tubi.
"Pembawa Acara, aku ingin melapor ke polisi..." Kedua tangannya sedikit gemetar, dadanya sesak menahan amarah.
Jiang Ke mendengarkan dengan tenang bagai air, "Tiga ratus ribu sudah cukup untuk mengajukan laporan kasus, kebetulan di ruang siaran langsungku ada seorang petugas kepolisian."
[Kakak Tidak Melakukan Hal Bodoh Itu: Kak, batu di hatimu akhirnya jatuh juga.]
[Qin Yushu: Hehehe, bagaimana Kak Pembawa Acara tahu aku ada di sini!]
[Impian Tiga Puluh Ribu Gadis: Pelajaran dipetik, lain kali kalau kencan online, pesankan makanan untuk pihak lain terlebih dahulu.]
[Adik Kecil Menyembahmu: Minta ukuran trauma psikologis sang Kakak.]
[Anak SD yang Dominan: Hahaha, tutup hati dan berhenti mencintai saja!]
[Tersampir Ketampanan Setiap Hari: Kawan, ini juga bisa dihitung sebagai catatan kriminal dalam hidupmu.]
"Terima kasih kepada Pembawa Acara hari ini, jika tidak, aku pasti akan terus ditipu." Di antara alis Lin Lin Xiao samar-samar tersirat rasa terima kasih yang mendalam.
Jiang Ke melihat jumlah penonton di ruang siaran langsung yang tiba-tiba meroket tajam, dan sebelum dia sempat bereaksi, layar sudah dipenuhi dengan rentetan komentar.
[Gadis yang Terus Mengagumi: Kasihan Pembawa Acara sedetik.]
[Sama Sekali Tidak Tersipu: Tidak pernah memarahi pembawa acara berarti mengalahkan 99% orang.]
[Tidak Kelihatan Lautan Bunga: Kakak pembawa acara difitnah oleh wanita bermuka dua.]
[Orang Berhati Tanpa Perasaan: Wajah pembawa acara sangat sedap dipandang, ternyata dia adalah seorang pembawa acara metafisika!]
[Salmon: Video-video hitam tentang pembawa acara di internet semuanya sudah hilang ya, opini publik juga langsung berbalik.]
[Bahagia Setiap Hari: Sepertinya ada seorang blogger dengan puluhan juta pengikut yang mengunggah postingan klarifikasi untuk pembawa acara!]
[Lagu Laut yang Tenggelam: Ying ying ying, sebelumnya aku telah salah paham pada pembawa acara.]
[Angin Melewati Jiang Shi: Sangat menyukai pembawa acara!]
Jiang Ke sedikit bingung melihat opini publik yang berbalik, padahal dia jelas-jelas tidak melakukan apa-apa! Mungkinkah dia telah membuka semacam sistem idola baru?
"Terima kasih atas kecintaan semuanya, yang menyukai Daois Lingxiao bisa menekan tombol ikuti ya!"
Pada saat yang sama, seorang pria mendengarkan dengan acuh tak acuh suara dari ujung telepon yang lain, "Tuan Gu, semua komentar buruk tentang Nyonya di internet telah kami laporkan satu persatu dan diturunkan, kami juga telah membantu Nyonya membeli beberapa pengikut."
Pria itu dengan lembut melontarkan "Hmm", sambil menatap gadis di dalam video dengan tatapan yang dipenuhi oleh kelembutan yang mendalam.