Bab 33: Apa-apaan Ini
Kesadaran Ye Qingyuan keluar dari bilah bambu. Ia terduduk lemas di tanah dengan sisa rona merah yang masih membekas di wajahnya.
Bermain gim ternyata jauh lebih melelahkan daripada yang ia bayangkan. Emosinya naik turun mengikuti alur cerita, dan momen manis di akhir membuat sarafnya yang tegang akhirnya terlepas, berubah menjadi kenikmatan yang kuat dan mendalam. Ia mendapatkan pengalaman membaca yang belum pernah dirasakan sebelumnya.
Sambil menyeka keringat di dahinya, ia bergumam, "Benda ini benar-benar luar biasa. Eh, kenapa kalian semua menatapku?"
Para murid Sekte Hehuan memang terkenal akan kecantikannya. Namun, setelah menyadari bahwa sekte mereka tidak lagi memiliki harapan, para murid yang dipimpin oleh sang kakak seperguruan mulai bermalas-malasan dan jatuh ke dalam keterpurukan, tak ubahnya belut di dalam kubangan lumpur.
Namun, setelah memainkan gim tersebut, harapan untuk kebangkitan Sekte Hehuan akhirnya ditemukan. Ye Qingyuan, yang kini dipenuhi oleh harapan, tampak seperti bunga yang baru disiram, mekar memancarkan warna yang memikat.
"Ye Qingyuan, kau terlihat sangat cantik sekarang," ucap seorang murid dengan gugup sambil menelan ludah.
"Aku memang selalu cantik. Dan lagi, jangan panggil aku Ye Qingyuan, panggil aku Kakak Kedua. Ayo bangkit, kita mulai bekerja."
Setelah merapikan rambutnya, Ye Qingyuan mulai beraksi. Meskipun masih terasa lelah, ia sudah tidak sabar lagi. Setelah memainkannya sendiri, ia merasa paham apa itu gim.
Gim adalah novel yang memiliki gambar, dan gambar tersebut bisa bergerak!
Tulisan di dalam gim ini jelas merupakan karya kelas atas. Dipadukan dengan penampilan gambar dan latar, suasana yang dibangun oleh kata-kata serta emosi karakter menjadi berlipat ganda kekuatannya. Bahkan jika kualitas gambarnya hanya tergolong biasa, bentuk seni baru ini tetap membuat Ye Qingyuan terhanyut, memberikannya pengalaman membaca yang belum pernah dirasakan sebelumnya hingga ia merasa sangat bersemangat.
Sosok "Ye Qingyuan" di dalam gim bukanlah sekadar pajangan. Ia memiliki cita-cita dan prinsip, serta bersedia berkorban demi desanya. Namun, ia juga seorang gadis yang lugu; seberapa pun ia menutup hatinya, ia tetap akan tertarik pada sang tokoh utama pria yang lembut dan bersedia bertarung demi dirinya.
Cinta murni adalah kecenderungan yang paling ekstrem, dan hubungan dua arah adalah puncak dari cinta murni itu sendiri. Kisah cinta yang melintasi ribuan tahun itu bersinar terang, membuat Ye Qingyuan pun mulai memikirkan tentang cinta.
Aku ingin jatuh cinta!
Sekarang, detik ini juga!
Jika dirinya yang pemalas saja bisa berpikiran demikian, pastilah para murid Sekte Wanfa dan sekte lainnya juga akan merasakan hal yang sama. Apalagi, sosok tokoh utama wanita di dalamnya adalah dirinya sendiri. Jika gim ini tersebar, akan jadi seperti apa dirinya nanti?
Ia akan menjadi impian indah bagi ribuan murid!
Hanya dengan sedikit godaan, ia yakin akan ada banyak murid dari sekte lurus yang berbondong-bondong datang kepadanya. Dari sana, ia bisa memanen emosi dalam jumlah besar untuk meningkatkan tingkat kultivasinya. Jika jalan ini berhasil, Sekte Hehuan akan memiliki jalur kultivasi baru, mendapatkan secercah harapan, bahkan mungkin menjadi lebih baik dari sebelumnya.
"Orang yang membuat gim ini benar-benar tokoh besar dari sekte iblis yang luar biasa," puji Ye Qingyuan. "Semuanya, mari kita bersemangat! Jalan di depan sudah dibukakan untuk kita, kita hanya perlu menambahkan apa yang disebut sebagai sulih suara."
"Baik! Tapi, apa itu sulih suara?"
"Entahlah! Tapi aku merasa sangat bersemangat sekarang, pasti tidak akan ada masalah!"
"Pasti tidak ada masalah!"
Dua hari kemudian, saat Lin Yuan kembali ke asramanya sambil mengunyah bakpao daging, ia menemukan seekor kucing putih kecil di atas tempat tidurnya.
Kehadiran kucing putih itu menandakan bahwa Sekte Hehuan telah menyelesaikan tugas sulih suara sesuai permintaannya dan mengirimkannya melalui kucing tersebut. Tanpa membangunkan kucing itu, Lin Yuan meraba lehernya dan mengambil bilah bambu yang tersembunyi di balik bulunya.
Di tempat tanpa internet, segalanya memang merepotkan.
Sebelum memeriksa hasil kerja mereka, Lin Yuan melakukan persiapan mental. Di dunia ini, tidak ada profesi pengisi suara. Profesi yang berhubungan dengan suara hanyalah pendongeng dan ahli peniru suara. Selain itu, Lin Yuan tidak bisa memikirkan yang lain.
Namun, untuk gim ini, Lin Yuan tidak ingin menggunakan gaya pendongeng. Ia ingin suara "Ye Qingyuan" terdengar lebih hidup dan alami, seperti gadis misterius yang ditemui di padang belantara, membawa kesan dingin dan sunyi yang khas dari pegunungan.
Persyaratan untuk sulih suara ini sangat tinggi, tetapi ini adalah jalan yang harus ditempuh untuk gim gadis cantik. Sulih suara yang baik akan sangat meningkatkan pengalaman bermain, sementara yang buruk bahkan bisa membuat napas pengisi suara terdengar, membuat orang merasa bahwa karakter tersebut tidak sedang "berbicara", melainkan hanya "membaca naskah".
Dengan begitu, suasana gim akan rusak dan tingkat penyelesaiannya akan turun drastis. Namun, Lin Yuan sadar ini adalah kerja sama pertama Sekte Hehuan dengannya, jadi tuntutan untuk karya pertama tidak perlu terlalu tinggi. Lagi pula, akan ada kisah karakter lain di masa depan. Melalui kerja sama ini, kemampuan sulih suara mereka akan terus meningkat hingga mencapai tingkat yang ia harapkan.
Dengan pemikiran itu, Lin Yuan memusatkan pikirannya ke dalam bilah bambu, lalu ia terperanjat.
Apa ini?!
Ia sudah bersiap untuk mendengar suara-suara yang menyedihkan, tetapi begitu mendengarnya, ia mendapati bahwa mereka melakukannya dengan sangat baik. Tidak, bahkan sangat luar biasa.
Permintaannya hanya mencakup bagian suara untuk "Ye Qingyuan". Namun, Sekte Hehuan tidak hanya menyelesaikan bagian itu, tetapi juga merekam suara latar, efek suara pertarungan, serta efek suara pertarungan antara tokoh utama pria dengan Dewa Gunung "Ye Qingyuan" di bagian akhir.
Efek-efek suara ini mungkin tidak wajib, tetapi keberadaannya sangat meningkatkan kualitas gim, sebuah detail yang menunjukkan ketulusan.
Suara "Ye Qingyuan" membuat Lin Yuan semakin terpukau. Mereka seolah benar-benar memahami sosok "Ye Qingyuan". Nada suaranya bisa berubah mulus antara dingin, angkuh, dan sedih, membuat emosi dalam tulisan itu meledak layaknya buah delima yang matang.
Pada alur cerita kunci di akhir, satu kalimat "Akhirnya aku menemukanmu" terasa begitu penuh kasih dan menyiratkan cinta yang terpendam. Emosi kompleks dalam gim itu tersalurkan dengan sempurna, membuat Lin Yuan tidak bisa menahan diri untuk memuji, "Sempurna!"
Mengingat ini adalah kali pertama mereka melakukan sulih suara, tingkat penyelesaian ini menjadi semakin mengagumkan. Mungkinkah ini kekuatan dari bakat alami pengisi suara? Sekte Hehuan benar-benar luar biasa. Kali ini ia benar-benar menemukan harta karun.
Saat itu, kucing putih kecil pun terbangun dan berkata kepada Lin Yuan, "Kakak Seperguruan, Anda sudah kembali. Bagaimana sulih suara dari kakak-kakak seperguruan saya?"
Kucing putih itu menatap Lin Yuan dengan gugup, takut kalau ia akan mengatakan bahwa hasilnya tidak memenuhi standar. Bagaimanapun, ini adalah pertama kalinya para kakak seperguruan bersemangat kembali, dan jika kali ini gagal, itu akan menjadi pukulan telak bagi mereka.
Namun, yang membuatnya bahagia adalah Lin Yuan mengangguk dengan serius lalu berkata, "Tenang saja, sangat sempurna."
Setelah jeda sejenak, ia menambahkan, "Sempurna di luar dugaan, bisa langsung digunakan. Tapi masalahnya sekarang, kita masih kekurangan satu bagian yang sangat penting."
"Apa itu?" tanya kucing putih itu dengan cemas.
"Seni visual... ah, lupakan saja. Mari kita pasang umpan, lihat apakah kita bisa memancing pihak lain keluar."
Lin Yuan menambahkan judul dan tanda "Fangwai" pada gim di dalam bilah bambu tersebut. Versi uji coba gim ketiga, "Perjalanan Gunung", pun selesai. Gim "Perjalanan Gunung" yang lengkap seharusnya memiliki banyak alur cerita, tetapi sekarang ia perlu menggunakan cerita pertama sebagai uji coba, lalu melakukan revisi berdasarkan umpan balik pemain. Lagi pula, ia belum pernah membuat gim gadis cantik sebelumnya, jadi pendapat pemain sangatlah penting.
Ia mengeluarkan bilah bambu yang diperlukan untuk latihan menempa, lalu menyalin "Perjalanan Gunung" ke dalamnya berkali-kali. Ia meminta kucing putih itu untuk menyebarkan bilah bambu tersebut agar bisa ditemukan oleh orang lain.
Sudah saatnya memberikan sedikit kejutan alur cerita kepada para murid Sekte Wanfa.