Bab 52: Balas Dendam Berteknologi Tinggi
Qin Feng tersenyum ramah. Dengan tinggi badan mencapai satu meter sembilan puluh sentimeter, ia membungkuk tanpa terlihat canggung, membuat Lin Yexi merasakan ilusi visual seolah-olah ia hanya melihat sepasang kaki di hadapannya.
Qin Feng tidak menyadari tatapan Lin Yexi. Di dalam pupil matanya, yang ada hanyalah ekspresi mendengarkan dengan penuh perhatian, memancarkan sikap bahwa selama Lin Yexi berbicara, ia akan siap mengabdikan diri sepenuhnya.
Setelah tersadar, Lin Yexi mundur satu langkah. Ia tidak menganggap kepatuhan Qin Feng sebagai sesuatu yang sudah sewajarnya. Ia tahu bahwa saat ini hubungan mereka adalah sebatas mitra kerja, dan bisa dianggap sebagai orang asing yang paling akrab.
Dengan ringkas dan padat, ia menceritakan keseluruhan kejadian tersebut, lalu mengeluarkan uang sebanyak dua puluh yuan serta beberapa lembar kupon dari dalam kotak ranselnya.
"Ini upahnya. Aku butuh alibi, apakah malam ini kamu luang untuk melakukan sesuatu?"
"Pasti bisa!"
Qin Feng sangat memahami situasinya, tetapi ia tetap bertanya dengan jujur, "Kak Lin, cara apa yang akan kita gunakan? Berkonfrontasi langsung jelas tidak bisa, dan aku juga tidak begitu mahir menggunakan karung untuk menyergap orang."
Lin Yexi melengkungkan bibirnya lalu menggelengkan kepala, sambil berbisik mengingatkan, "Kita berasal dari masa depan antariksa."
Mengikuti petunjuk Lin Yexi, Qin Feng mengeluarkan sebuah alat pemindai sebesar ibu jari dari kotak ransel wanita itu. Di bawah bimbingan Lin Yexi, alat pemindai tersebut dalam sekejap berubah menjadi transparan dan lenyap dari pandangan.
"Ini kendali jarak jauhnya. DNA Sun Qiang sudah aku masukkan ke dalamnya. Dalam radius lima puluh meter, alat ini akan melacak target secara otomatis. Kamu hanya perlu mengoperasikan konsolnya untuk mencarinya di kompleks perumahan pabrik tekstil. Di dalamnya terdapat satu pil yang membuat mandir dan cairan obat untuk melumpuhkan saraf. Untung saja bagi Sun Qiang."
Peralatannya lengkap dan pengaturannya sudah beres. Qin Feng hanya perlu menyumbangkan tenaga saja, sangat sederhana.
"Kak Lin, kamu bahkan punya obat seperti ini?"
Lin Yexi memasang ekspresi bingung.
"Bukankah ini perlengkapan standar saat bepergian ke luar?"
Perlengkapan standar? Perlengkapan standar yang membuat orang mandir?
Keluarga siapa yang memiliki perlengkapan standar seperti ini?!
Namun, Qin Feng justru melihat ekspresi wajar di mata Lin Yexi. Jelas sekali bahwa perlengkapan standarnya saat bepergian memang seperti ini.
Pada saat ini, yang terlintas di benak Qin Feng adalah bahwa kotak ransel Lin Yexi sama sekali tidak boleh sembarangan disentuh, karena bisa memicu bahaya besar.
Lin Yexi yang berbalik badan menyunggingkan senyuman tipis di sudut bibirnya: Bocah tengil, lihat saja apakah kamu masih berani berniat mengincar ranselku, kubikin kamu ketakutan setengah mati!
Hubungan kerja sama yang rapuh terpampang sempurna di antara keduanya. Setelah mengambil uang dan kupon yang diberikan oleh Lin Yexi, Qin Feng pun pergi meninggalkan tempat itu.
Lin Yexi akhirnya memiliki kesempatan untuk pergi berbelanja di pusat perbelanjaan.
Setibanya di pusat perbelanjaan, Lin Yexi langsung menuju tujuannya: membeli kertas toilet!
Kertas toilet saat ini kebanyakan berwarna merah muda, ada juga yang putih, tetapi harganya lebih mahal.
Mengingat agar tidak terlalu mencolok, Lin Yexi akhirnya memutuskan untuk membeli yang berwarna merah muda seharga dua puluh tiga sen ditambah kupon industri.
Setelah mendapatkan kertas toilet, ia kemudian membeli sabun mandi seharga tiga puluh sen per batang, pasta gigi seharga tiga puluh enam sen, di mana wadah bekas pasta gigi itu nantinya masih bisa ditukar dengan uang.
Gelas email untuk minum harganya sembilan puluh delapan sen, ditambah penyerahan kupon.
Semula Lin Yexi juga ingin membeli sebuah termos air panas, tetapi ia khawatir jika tiba-tiba barang bawaannya menjadi terlalu banyak sehingga sulit dijelaskan. Lagi pula, tidak mungkin ia memberi tahu semua orang bahwa dirinya adalah orang miskin yang mendadak kaya.
Pada akhirnya, ia membeli beberapa permen keras buah seharga satu yuan per kati, dan membeli sebanyak dua kati.
Barang-barang yang seharusnya disembunyikan telah disembunyikan, dan yang seharusnya dikeluarkan telah dikeluarkan. Lin Yexi akhirnya kembali ke asrama sekolah.
Zhao Damei yang antusias dan periang membantunya merapikan selimut serta memasangnya, serta membantunya mengambilkan makanan. Lin Yexi menyampaikan rasa terima kasihnya dan menyelipkan empat atau lima buah permen kepada Zhao Damei.
Zhao Damei sempat menolak dengan halus, namun akhirnya terpaksa menerimanya, dan akibatnya ia menjadi semakin baik kepada Lin Yexi.
Dengan alasan dari sang kakak ketiga, Lin Yexi mengeluarkan gelas email, kertas toilet, serta sabun. Jumlah barangnya sedikit sehingga tidak menimbulkan kecurigaan dari siapapun.
Malam itu, Lin Yexi tidur dengan sangat nyenyak.
Malam itu pula, sesuai dengan metode yang diajarkan oleh Lin Yexi, Qin Feng menerbangkan alat pemindai menuju gedung perumahan karyawan pabrik tekstil. Titik merah pada layar virtual di tangannya tiba-tiba berubah menjadi hijau, menandakan bahwa ia telah menemukannya.
Di tengah keheningan malam yang sunyi, Sun Qiang merasakan mulutnya basah dan mengecap-ngecapkan bibirnya. Pil serta cairan obat tersebut seketika lenyap tak bersarsa.
Lin Yexi: Balas dendam tidak pernah ditunda hingga keesokan harinya!