Bab 37: Dua Puluh Empat Jam, Kepala Ning Chen Harus Didapatkan
"Kakak, Keluarga Chen seharusnya berkembang secara menyeluruh! Selain ekonomi, jaringan relasi, dan pengelolaan secara keseluruhan, kita juga harus meningkatkan pengaruh. Jangan sampai setiap kali ada masalah, seluruh keluarga jadi korban bencana."
"Benar, selama ini kemampuan kepemimpinanmu sudah diakui semua orang... Sekarang, bukankah sudah saatnya kau pensiun?"
Semua orang saling menimpali, berharap Chen Tianxiao turun dari jabatannya.
Dulu, tak seorang pun berani mengucapkan kata-kata seperti itu. Namun kini, gara-gara urusan Ning Chen, keluarga itu terhimpit oleh Qi Feichen hingga Chen Tianxiao kebingungan.
Dia memang sudah tua, dan saat bencana besar menimpa keluarga, ia bahkan berharap bisa mengandalkan Ning, kerabat jauh yang tak diinginkan siapa-siapa, untuk membalikkan keadaan.
Memang, Ning Chen punya kemampuan, tapi ia tak ada hubungan darah dengan Keluarga Chen!
Chen Tianxiao mulai ragu, namun masih diliputi kebimbangan.
Kembalinya Chen Yang dalam keadaan selamat, tidak menutup kemungkinan bahwa ia bersekongkol dengan Qi Feichen.
Akan tetapi, setelah dipikir lagi, Qi Feichen punya backing sebesar Ni Ying, seharusnya ia bisa menghabisi Keluarga Chen dalam waktu singkat tanpa harus bekerja sama dengan Chen Yang.
Jangan-jangan, Chen Yang memang berhasil meyakinkan Qi Feichen hanya mengandalkan kecerdasannya sendiri?
Jika benar demikian, dia memang punya kemampuan untuk membawa Keluarga Chen ke tingkat yang lebih tinggi.
Selama bertahun-tahun memimpin keluarga, Chen Tianxiao hanya mampu membuat keluarga berjalan di tempat.
Mengetahui Chen Tianxiao mulai goyah, hanya tinggal satu langkah lagi, Chen Yang yang sedang percaya diri, tampak semakin matang dalam membuat keputusan.
"Paman, saat ini Keluarga Chen kita sudah besar, anak cucu berlimpah. Jika aku menggantikan posisimu, bukan hanya akan membawa keluarga ini masuk ke jajaran keluarga terpandang nasional, tapi juga akan menyebarluaskan budaya keluarga Chen ke seluruh negeri, bahkan ke seluruh dunia keturunan Tionghoa."
"Karena itu, aku sangat berharap Kakak Chen Tong bersedia mengelola urusan internal keluarga, agar aku bisa lebih fokus menghadapi urusan di luar."
Pidato penuh semangat ini, menggugah semangat kepemimpinan, benar-benar memancarkan aura penguasa yang luar biasa.
Semua orang pun tergerak, inilah pemimpin sejati!
Bahkan Chen Tong pun, apalagi Chen Tianxiao, tak mampu menandinginya.
"Benar sekali!" Pan Shu merasa, saat putranya tadi berbicara, benar-benar ada wibawa seorang raja!
Ia pun langsung bertepuk tangan dan memuji.
Chen Tianying juga mengangguk berat, perasaan bangga tak tertahankan!
Akhirnya, keraguan Chen Tianxiao semakin besar!
"Akan kupikirkan!" ujar Chen Tianxiao lemah.
Sementara itu, Chen Ruolan pun tak berani berkata lebih banyak. Bagaimanapun, Chen Yang telah menyelamatkan keluarga, juga menyelamatkannya dari penghinaan Qi Feichen.
'Hmph, Ning Chen, sungguh kau kira Keluarga Chen akan sudi berurusan denganmu? Sombong sekali!'
'Seolah-olah tanpa dirimu, keluarga ini tak akan bisa bertahan!'
...
Sementara itu di Jingling.
Vila nomor 81!
"Hacii!"
Ning Chen mengusap hidungnya, "Aneh, masuk angin? Seharusnya tidak!"
Hongye segera mengambilkan mantel tebal dan memakaikannya pada Ning Chen. "Dengan cuaca seperti ini, lebih baik jangan duduk di luar membaca buku."
"Tidak apa-apa," Ning Chen menarik mantelnya, lalu bertanya, "Bagaimana hasilnya?"
"Sudah menghubungi Ni Ying!" jawab Hongye. "Ia akan segera menindaklanjuti!"
Selama bertahun-tahun merantau, jejak sepatu perang Ning Chen telah menapaki seluruh negeri. Orang-orang berpengaruh di seluruh negeri pernah menyaksikan ketegarannya.
Sebagai Penegak Langit, ia memiliki kewibawaan dan kekuatan mutlak untuk mengambil keputusan.
Begitu Ni Ying menerima pesan dari Penegak Langit, ia langsung memerintahkan Qi Feichen mundur dan melarangnya mengganggu Keluarga Chen lagi!
"Itu bagus," Ning Chen masih menatap majalah, ucapnya datar, tak merasa dirinya telah melakukan sesuatu yang luar biasa.
Urusan Keluarga Chen, aku yang menentukan. Orang luar, jangan ikut campur!
Saat itu pula!
Bekas kediaman Keluarga Ning, lokasi peletakan batu pertama Kuil Penenteram yang berlangsung siang hari, telah disegel.
Ayah Fei Buni, Fei Kui, begitu menerima kabar, semula tak percaya.
Hingga ia melihat rekaman video di lokasi, barulah ia yakin putranya memang telah tewas.
Kini, keluarga Fei sedang mengevakuasi jasad Fei Buni.
Fei Kui terpukul berat. Ia duduk lesu di kursi, tubuhnya lemas, wajahnya tanpa ekspresi.
"Guru, menurut Gao Yi, video itu hasil rekayasa belaka, tak bisa dijadikan bukti!" seorang pemuda di sisi Fei Kui berbisik pelan.
Setelah mengetahui kronologinya, Fei Kui sebenarnya sudah menduga akan seperti ini.
Keluarga Fei di Jingling punya pengaruh yang cukup besar.
Namun, Gao Yi di sana sama sekali tidak gentar. Itu artinya, kekuatan Ning Chen memang jauh di atas keluarga Fei!
Tapi, lalu kenapa?
Ia membunuh orang secara terang-terangan!
Masa iya tak perlu menerima hukuman?
Sudahlah.
Keluarga Fei selalu menyelesaikan masalah dengan cara mereka sendiri!
"Anakku tak boleh mati sia-sia. Cari Fan Xuan, rebut seluruh usaha Keluarga Fan!"
Meski terpukul, Fei Kui tetap berpikir jernih.
"Lalu, bagaimana dengan perempuan itu?" tanya muridnya.
"Carikan tempat, kubur saja!"
Muridnya tersenyum, "Sayang sekali!"
Saat itu, empat mobil van melaju masuk dari luar, lima puluh orang turun dari sana.
Mereka tampak mengeluh, begitu turun langsung mengumpat, seolah-olah mereka dipaksa datang.
"Bukannya mau dibayar?"
"Kenapa dibawa ke sini? Sialan!"
"Kalau tak mau kasih uang, ya sudah. Aku masih ada janji sama cewek!"
Seorang pria berjas rapi, rambut klimis, berusia sekitar tiga puluh tahun, matanya tajam seperti elang, langkahnya tegas.
Ia berjalan ke arah Fei Kui, "Bos, orang-orang sudah lengkap!"
"Kirim ke bawah!" ujar Fei Kui datar, "Biar jadi teman anakku di liang lahat!"
Orang-orang itu sebelumnya memang dipanggil Fei Buni untuk menyerang Ning Chen.
Tapi meski sudah mengepung Ning Chen, tak satupun yang berani bertindak.
Akibatnya, Fei Buni tewas sia-sia.
Mereka, harus mati!
Pria tampan bernama Kui Gang itu mengangguk, "Baik!"
Baginya, perintah Fei Kui sudah biasa, seolah itu sesuatu yang wajar.
Kui Gang mendekati lima puluh orang itu, "Semua berdiri rapi!"
Mereka para preman kelas teri, teman minum Fei Buni.
Setelah kejadian itu, mereka semua syok, kabur ke bar untuk menenangkan diri. Tapi akhirnya tetap ditemukan dan dibawa ke sini.
"Mau dibayar, berdiri rapi!"
"Turut berduka cita!"
"Kami juga sangat sedih!"
Demi uang, semua kata manis pun diucapkan.
Mereka pun segera mengelilingi Kui Gang.
Dalam sekejap!
Tiba-tiba di tangan Kui Gang muncul benda kecil yang sangat tajam, berkilau mengerikan di bawah sorot lampu.
Cahaya dingin membentuk garis, melintas di leher mereka!
Ceklekk...
Sebagian bahkan belum sadar, sudah meregang nyawa. Yang lain merasa ada yang aneh, langsung berbalik lari.
Namun, Kui Gang dengan cepat mengejar, mendekat satu, tewas satu!
Yang paling jauh hanya sempat lari sepuluh meter, langsung tumbang.
Kui Gang merapikan pakaiannya dan kembali ke arah Fei Kui.
"Aku beri kau waktu 24 jam. Aku hanya ingin kepala Ning Chen!"
ucap Fei Kui dingin, matanya bahkan tanpa kilatan amarah.