Bab 27: Biarkan Dia Hidup Beberapa Hari Lagi
Kejadian tak terduga ini membuat semua orang tertegun! Mereka berdiri kaku, tak tahu harus berbuat apa.
Sementara itu, kontras yang mencolok tampak pada sikap tenang Ning Chen yang perlahan berjalan menghampiri pasangan suami istri keluarga Luo. Meskipun mulut mereka disumpal kain, mata mereka masih bisa menyaksikan semuanya. Awalnya, mereka mengira Ning Chen adalah orang tak berguna yang hanya bisa menimbulkan masalah dan membawa bencana pada keluarga Luo. Namun kini, mereka sadar telah salah besar.
Mereka tiba-tiba teringat pada keluarga Fan dan Fan Kun, benarkah mereka terbunuh hanya karena berselisih dengan Meng Xue? Ning Chen mendekat dan melepaskan ikatan mereka berdua.
“Maafkan atas kejadian ini,” ucapnya tenang, seolah bukan baru saja membunuh orang.
Tak lama kemudian, puluhan orang yang dibawa Liu Wanling baru sadar akan situasinya. Mereka saling bertukar pandang. Bos mereka sudah mati, pura-pura berani pun tak ada gunanya lagi. Maka, mereka semua menahan napas, buru-buru bergegas keluar.
Begitu tiba di luar, mereka menghela napas lega, merasa seolah baru saja lolos dari maut. Beberapa penjaga yang menunggu di luar masih belum mengerti apa yang terjadi, namun melihat beberapa rekannya keluar dengan tangan buntung, mereka pun tak berani banyak tanya. Mereka tahu situasi sudah berubah dan segera masuk ke dalam mobil.
Kurang dari tiga menit, semua preman itu telah pergi! Di dalam rumah hanya tersisa mayat Liu Wanling dan kakaknya, Liu Ju. Usai terjatuh dari lantai atas, Liu Ju hanya mengalami luka ringan. Namun melihat adiknya tewas, ia langsung ketakutan, terduduk gemetar di lantai.
Ya ampun, siapa sebenarnya orang ini? Berani menghabisi pemimpin di tengah kerumunan musuh?
Suara langkah kaki mendekat, membuat tubuh Liu Ju kembali bergetar. “Aku biarkan kau hidup, supaya kau bisa pulang dan sampaikan pada keluarga Qin, bahwa Ning Chen akan datang sendiri berkunjung lain hari!”
Qin Nan sudah pernah dibuat susah, dan telah diberi peringatan agar Liu Wanling datang meminta maaf sendiri. Namun dia mengabaikan peringatan itu begitu saja? Kini, hampir saja Luochan celaka, berarti keluarga Qin pun tak perlu dibiarkan hidup!
Mendengar nyawanya selamat, Liu Ju akhirnya bisa sedikit bernapas lega. “Ya... ya, saya mengerti!”
“Pergi!”
Liu Ju yang sebelumnya berlutut langsung berdiri, membungkus kepala Liu Wanling dengan bajunya, lalu mengangkat jenazah adiknya dan lari keluar.
Karena merasa bersalah telah membawa masalah besar pada keluarga Luo, Ning Chen pun berkata, “Nanti, Hong Ye akan mengurusnya. Untuk sementara, usaha keluarga Liu akan diambil alih oleh Paman dan Bibi.”
Tidak seperti keluarga Fan dan Zhou yang kehilangan segalanya tanpa berani bersuara, keluarga Liu berbeda, mereka punya dukungan dari keluarga Qin. Jika ada yang berani mengusik, keluarga Qin pasti akan membalas dengan kejam. Namun kini, Ning Chen sedang mempertimbangkan, apakah keluarga Qin cukup diganti namanya saja, atau harus dimusnahkan seluruhnya?
Luo Jiahui dan Wang Fen hanya bisa terdiam. Benarkah ini? Ning Chen berani mengatur harta keluarga Liu? Tapi berbeda dari sebelumnya, kali ini mereka tak berani lagi membantah.
Setelah berkata demikian, Ning Chen pun pergi. Sore dan malamnya, Hong Ye mengurus urusan keluarga Liu, sedangkan Ning Chen merancang langkah berikutnya di rumah.
Keesokan paginya, surat penyerahan perusahaan keluarga Liu secara cuma-cuma telah sampai di tangan Luo Jiahui. Bagi keluarga Liu, kematian Liu Wanling dan dipaksa menyerahkan aset adalah pukulan bertubi-tubi.
Malam harinya, Liu Jianming dan putranya, Liu Ju, menemui Qin Nan. Saat itu, Qin Nan masih dirawat di Jingling. Mendengar kabar tunangannya Liu Wanling dibunuh oleh Ning Chen, ia marah sampai muntah darah. Bukan soal seberapa besar cintanya pada Liu Wanling, tapi hubungan mereka dan sokongan keluarga Qin seharusnya cukup membuat Ning Chen gentar. Ini bukan peringatan untuk dirinya saja, melainkan seluruh keluarga Qin.
Bagaimana mungkin seorang yatim piatu berani menantang keluarga Qin sebesar itu?
“Qin Shao, sekarang apa yang harus kita lakukan?” tanya Liu Jianming.
“Orang itu sangat berbahaya, kita harus bergerak cepat dan tegas!” Liu Ju mengingatkan, khawatir Qin Nan bertindak setengah hati.
“Brak!”
Qin Nan yang sudah dipenuhi amarah karena kehilangan kekasihnya, merasa kedua ayah dan anak ini tak berguna, malah membuat keadaan makin kacau. Masih berani-beraninya mereka mengatur dirinya?
“Kalian ini siapa sebenarnya?!” maki Qin Nan.
Ayah dan anak itu pun hanya bisa diam, berdiri di samping dengan patuh. Tanpa Liu Wanling, mereka bukan siapa-siapa lagi.
“Qin Shao, saya masih punya banyak adik perempuan, silakan pilih sesuka hati!” Liu Ju mencoba mengangkat posisi keluarganya lagi.
Namun adik-adiknya itu jelas tak layak disodorkan pada Qin Nan. Qin Nan bukan tempat sampah yang bisa menerima apa saja!
“Pergi!”
Ayah dan anak itu pun pergi dengan penuh rasa malu.
Kini, saat Qin Nan sedang lemah dan Ning Chen menekan terus, mereka tak punya pilihan selain meminta bantuan keluarga Qin di belakang mereka. Awalnya, Qin Nan ingin menyelesaikan sendiri, agar tak jadi bahan ejekan saudara-saudaranya. Jika harus meminta bantuan keluarga, bisa-bisa ia kehilangan nilai dalam perebutan posisi penerus keluarga.
Namun sekarang, api yang dinyalakan Ning Chen sudah mulai membakar keluarga Qin. Jika tak segera memberi tahu keluarga dan meminta mereka bersiap, jangan-jangan bukan hanya posisi penerus yang terancam, bahkan bertahan di keluarga Qin pun belum tentu bisa!
Sial! Kenapa semua ini bisa terjadi?
‘Ning Chen, siapa dirimu? Status, kekuasaan, dan nama besarmu tak sebanding denganku, kenapa kau bisa sebegitu berani dan kejam?’
‘Akan kupastikan kau seumur hidup jadi anjing di sisiku!’
Bagi keluarga Qin, menghancurkan satu orang itu sangatlah mudah. Namun membuat orang itu tetap hidup, dan merasakan hidup lebih buruk dari mati, itulah seni sesungguhnya.
Qin Nan menenangkan diri, lalu membuka video call.
“Ayah!”
“Jangan tampil di hadapanku dengan dandanan aneh seperti itu. Bukankah kau bisa hidup lebih nyaman? Kenapa malah mengejar mimpi jadi artis tak berguna? Ada apa kau cari aku?”
Sebagai ayah dengan aset ratusan miliar, tentu ia berharap putranya kelak bisa menggantikan posisinya. Namun sang anak selalu ingin lepas dari kendalinya.
“Ayah, ini sungguhan!”
Qin Nan membuka perban di matanya, memperlihatkan rongga matanya yang kosong—matanya baru saja diangkat dan butuh waktu untuk memasang mata palsu.
“Apa?!”
Qin Liren terkejut, lalu bertanya dengan suara berat, “Siapa pelakunya? Sutradara mana yang berani macam itu, akan kubalas dia!”
Qin Nan agak malu, tapi tetap menjawab, “Namanya Ning Chen.”
Lalu, ia menceritakan semua informasi tentang Ning Chen yang diketahuinya pada sang ayah.
Qin Liren tak kehilangan akal. Orang bernama Ning Chen ini, tahu jelas reputasi keluarga Qin, tapi masih berani menantang, apa dia memang nekat tanpa perhitungan? Tentu saja tidak.
Meski kekuatan utama keluarga Qin tidak berada di Jingling, namun mereka tahu perubahan yang terjadi di kota itu belakangan ini. Keluarga Fan hancur, keluarga Zhou berganti nama, Rumah Sakit Aimin dipaksa berpindah tangan. Kini, giliran keluarga Liu. Kejadian-kejadian ini, bahkan jika terjadi satu saja sudah cukup mengguncang Jingling, apalagi terjadi berturut-turut dengan begitu tenang.
Orang ini, mampu menekan semua masalah besar tanpa menimbulkan kegaduhan! Jelas dia memiliki latar belakang yang luar biasa.
“Sekarang, keluarga Qin tidak boleh mencari musuh. Biarkan anak itu hidup beberapa hari lagi, kau segera pulang!”