Bab 9 Terasa Sedikit Nyaman
Seketika itu juga, kereta kuda berguncang, kuda-kuda meringkik, dan semua orang terpaku di tempat, tidak berani bergerak sedikit pun.
"Lindungi sang putri..."
Bibi Feng bereaksi paling cepat. Ia menghunus pedang dan melompat ke dalam kereta. Orang-orang lainnya pun segera bersiaga dan mengepung kereta tersebut.
Anggota keluarga Li yang mengejar berhenti di kejauhan. Mereka tidak berani gegabah sebelum mengetahui identitas pemilik kereta tersebut.
Begitu Bibi Feng masuk ke dalam kereta, ia tertegun. Ia menatap dua orang yang terbaring di dalam sana dengan rasa tidak percaya.
Xiao Fan masih dalam keadaan bingung. Ia hanya tahu bahwa dirinya baru saja menerobos masuk ke dalam kereta kuda, dan demi melindungi diri, tangannya secara refleks menopang ke depan. Ia pun tidak tahu apa yang ia pegang, hanya terasa lembut dan kenyal. Bukan saja tidak terluka, rasanya justru cukup nyaman.
"Plak!"
Setelah menerima tamparan, Xiao Fan akhirnya sadar. Ia menatap kecantikan yang berada tepat di depan matanya dengan perasaan terkesima. Wajah itu... seolah-olah pernah ia lihat di suatu tempat.
"Lepas... lepaskan aku."
Suara lembut sang gadis yang terdengar malu-malu, ditambah dengan aroma harum yang menguar, membuat Xiao Fan pun merasa sulit untuk menahan diri.
"Oh! Maaf, aku akan segera bangun."
Xiao Fan menenangkan perasaannya dan melepaskan tangannya. Namun, kuda di depan tiba-tiba melompat tinggi hingga seluruh kereta miring ke belakang. Xiao Fan yang baru hendak bangkit kembali terjatuh. Ia merasakan bibirnya menyentuh sesuatu yang hangat. Menyadari hal buruk telah terjadi, ia segera melompat bangun.
"Aaah..."
Gadis itu berteriak, wajahnya memerah padam hingga nyaris meneteskan air. Namun, sensasi itu... entah mengapa ia merasa enggan, namun juga sedikit